Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan

 

A. Organ Sistem Ekskresi Manusia

1. Ginjal

3D Illustration von menschlichen Nieren mit Querschnitt. Sumber: iStock

Ginjal merupakan organ ekskresi pada manusia yang berbentuk seperti kacang. Jumlahnya dua dan terletak di kanan dan kiri tulang belakang, tepatnya di bawah hati dan limpa. Dalam tubuh manusia dewasa, ginjal biasanya memiliki panjang sekitar 11 cm. Berat dan besarnya bervariasi, tergantung jenis kelamin, umur, serta ada tidaknya ginjal pada sisi lain. Pada lelaki dewasa, rata-rata ginjal memiliki ukuran panjang sekitar 11,5 cm, lebar sekitar 6 cm dan ketebalan 3,5 cm dengan berat sekitar 120-170 gram atau kurang lebih 0,4% dari berat badan.

Pada wanita dewasa, berat ginjal sekitar 115 – 155 gram. Volume rata-rata ginjal adalah 146 cm3 di kiri dan 134 cm3 di kanan. Ginjal berfungsi melakukan penyaringan terhadap darah didalam tubuh. Disamping itu juga mengatur tingkat keseimbangan air, dan mengatur konsentrasi garam yang ada pada tubuh.

Ginjal menerima darah dari sepasang arteri renalis, dan darah keluar lewat vena renalis. Setiap ginjal berhubungan dengan ureter, tabung yang membawa urin keluar ke kandung kemih.

Sebagai alat ekskresi, ginjal akan menjalankan tiga tahapan dalam proses pembuangan, termasuk penyaringan (filtrasi), penyerapan kembali (reabsorbsi) dan pengumpulan (augmentasi) yang dijelaskan lebih lanjut pada buku Seri Biologi Organ Tubuh Manusia – Ginjal & Kandung Kemih.

Pada tahap Penyaringan atau filtrasi ginjal menyaring cairan dalam darah, sebelum akhirnya kembali ke jantung dan paru paru. Cairan yang tersaring berupa urin primer yang masih mengandung air, glukosa, dan asam amino. Namun sudah tidak mengandung protein dan darah. Kemudian Penyerapan kembali atau reabsorbsi terjadi di bagian ginjal yang bernama tubulus kontortus proksimal. Disini tubulus kontortus proksimal menyerap kembali zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh.

Adapun hasil dari proses reabsorbsi adalah urin sekunder. Pengumpulan atau Augmentasi Dalam tahap ini terjadi pengumpulan cairan yang telah dilakukan dalam tahapan-tahapan sebelumya. Ini merupakan tahapan terakhir dan terjadi di bagian tubulus kontortus distal. Cairan yang dihasilkan oleh tahapan ini sudah berbentuk urin sesungguhnya. Proses Pembentukan Urin:

  • Filtrasi: Proses penyaringan sel-sel darah. Hasil dari proses filtrasi berupa urin primer yang masih mengandung air, glukosa, dan asam amino. Akan tetapi sudah tidak mengandung protein dan darah.
  • Reabsorbsi: Proses penyerapan kembali zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh. Hasil dari proses reabsorbsi adalah urin sekunder.
  • Augmentasi: Proses pengumpulan cairan dari proses sebelumnya. Hasil dari proses augmentasi adalah urin sesungguhnya.

2. Kulit

Kulit adalah lapisan jaringan pelindung paling luar pada manusia, yang terdapat di permukaan tubuh. Sama seperti ginjal, kulit juga memiliki peran dalam sistem ekskresi karena mampu mengeluarkan zat–zat sisa berupa kelenjar keringat. Fungsi lain dari kulit adalah melindungi tubuh terhadap patogen dan kehilangan air yang berlebihan. Kulit terdiri dari 3 macam lapisan, yang masing-masing memiliki fungsi sendiri, diantaranya:

3. Epidermis (Lapisan Kulit Ari)

Epidermis. Sumber: kompas.com

Epidermis adalah sebuah lapisan kulit paling luar dan sangat tipis. Epidermis terdiri dari lapisan tanduk dan lapisan malphigi. Lapisan tanduk adalah sebuah sel-sel mati yang mudah mengelupas dan tidak mengandung pembuluh darah serta serabut saraf, sehingga lapisan ini tidak dapat mengeluarkan darah saat mengelupas. Sementara lapisan malphigi adalah sebuah lapisan yang terdapat di bawah lapisan tanduk, yang tersusun dari sel-sel yang hidup dan memiliki kemampuan untuk membelah diri. Di dalam lapisan malphigi terdapat sebuah pigmen yang dapat menentukan warna kulit serta melindungi sel dari kerusakan akibat sinar matahari.

4. Dermis (Lapisan Kulit Jangat)

Dermis. Sumber: kompas.com

Dermis adalah sebuah lapisan kulit yang terletak di bawah lapisan epidermis. Lapisan ini lebih tebal daripada lapisan epidermis dan terdiri dari beberapa jaringan, termasuk pembuluh kapiler yang bertugas untuk menyampaikan nutrisi pada akar rambut dan sel kulit; kelenjar keringat yang bertugas untuk menghasilkan keringat; kelenjar minyak yang akan menghasilkan minyak agar kulit dan rambut tidak kering; pembulu darah untuk mengedarkan darah ke seluruh sel atau jaringan; ujung-ujung saraf yang meliputi ujung saraf perasa, peraba, rasa nyeri, rasa panas, dan rasa sentuhan; dan kantong rambut yang menjadi tempat akar, batang dan kelenjar minyak rambut.

5. Lapisan Bawah Kulit

Lapisan kulit. Sumber: kompas.com

Lapisan ini terletak di bawah dermis, diantara lapisan jaringan ikat bawah kulit dengan dermis yang dibatasi oleh sel lemak. Dan lemak ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari benturan, sebagai sumber energi dan penahan suhu tubuh.

Dengan begitu banyaknya komponen pada tubuh manusia, mulai dari otot, pancaindra, otak, jantung, dan berbagai organ lainnya yang masing-masing memiliki fungsinya, buku Ensiklopedia Favoritku: Tubuh Manusia hadir untuk membantu Grameds memahami itu semua!

6. Paru-Paru

Ada sepasang paru-paru di dalam tubuh manusia, yakni paru-paru kanan dan kiri. Keduanya terletak di rongga dada, dimana paru-paru kanan biasanya lebih besar, sementara paru-paru kiri yang berdekatan dengan jantung lebih kecil. Pembahasan mendalam terkait berbagai organ tubuh manusia juga dapat Grameds temukan pada buku Ensiklopedia Tubuh Manusia Ed 2 dibawah ini.

Selain menjadi organ dalam sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengan sistem peredaran darah (sirkulasi), paru-paru juga berperan dalam sistem ekskresi. Fungsinya mengeluarkan gas-gas sisa proses pernapasan yaitu gas CO² (karbon dioksida) dan H2O (uap air).

Dalam sistem ekskresi, paru-paru berfungsi mengeluarkan Karbondioksida (CO2) dan Uap air (H2O). Karbondioksida dan uap air ini lalu dilepaskan dan dikeluarkan paru-paru melalui hidung. Sebagai gantinya, oksigen pun diambil. Jumlah oksigen yang diambil melalui udara sendiri berbeda-beda tergantung pada kebutuhan dan hal itu biasanya dipengaruhi oleh berbagai hal. Sebut saja jenis pekerjaan, ukuran tubuh, serta jumlah maupun jenis bahan makanan yang dimakan. Sebagai hasil zat sisa metabolisme, CO2 diangkut oleh darah melalui tiga cara, yakni:

  • Karbon dioksida larut dalam plasma, dan membentuk asam karbonat dengan enzim anhidrase (7% dari seluruh CO2);
  • Karbon dioksida terikat pada hemoglobin dalam bentuk karbomino hemoglobin (23% dari seluruh CO2)
  • Karbon dioksida terikat dalam gugus ion bikarbonat (HCO3) melalui proses berantai pertukaran klorida (70% dari seluruh CO2).

Di dalam tubuh, fungsi utama paru-paru memang sebagai alat pernapasan, namun karena bagian ini juga mengekskresikan zat sisa metabolisme maka paru- paru juga memiliki peranan dalam sistem ekskresi. Karbon dioksida dan air hasil metabolisme di jaringan diangkut oleh darah lewat vena untuk dibawa ke jantung. Dari jantung lalu akan dipompakan ke paru-paru untuk berdifusi di alveolus. Selanjutnya, H2O dan CO2 dapat berdifusi atau dapat diekskresikan di alveolus paru-paru karena pada alveolus bermuara banyak kapiler yang mempunyai selaput tipis.

Ilmu Penyakit Paru

Ilmu Penyakit Paru

Beli Buku di Gramedia

7. Trakea

Trakea. Sumber: iStock

Trakea merupakan lanjutan saluran nafas dari laring, sebagai perantara antara laring dan bagian paru-paru lain. Trakea juga sebagai batas antara sistem respirasi bagian bawah dan bagian atas. Sistem respirasi bagian atas diantaranya bagian bagian hidung dan laring.

8. Bronkus

Bronkus. Sumber: iStock

Bronkus atau sering disebut sebagai percabangan dari trakea memilikki fungsi untuk mengeluarkan benda asing dan kotoran yang masuk dalam saluran pernapasan. Fungsi ini dilakukan oleh silia yang ada pada dinding bronkus. Bronkus primer adalah percabangan pertama dari trakea, terdiri dari bronkus primer dekstra (bronkus yang mengarah pada paru paru kanan) dan bronkus primer sinistra (bronkus yang mengarah pada paru paru kiri). Selanjutnya percabangan bronkus akan menjadi bronkiolus.

9. Lobus

Lobus. sumber: kompasiana.com

Pada paru-paru juga terdapat beberapa lobus, diantaranya tiga di bagian kanan dan dua di bagian kiri. Lobus pada paru-paru kanan dipisahkan oleh patahan miring (Oblique fissure) dan patahan lurus (horizontal frissure). Sedangkan paru-paru kiri hanya dipisahkan oleh patahan lurus.

10. Alveolus

Anatomy of human respiratory system – blood saturating by oxygen. Sumber: iStock

Alveolus atau disebut juga dengan kantung udara yang muncul dari bronkiolus memiliki fungsi sebagai tempat pertukaran udara.

ekskresi

 

Bagian-Bagian Sistem Pencernaan pada Manusia

Dalam setiap bagian dalam sistem pencernaan manusia terjadi gerakan yang penting untuk meneruskan makanan dari satu bagian ke bagian lainnya. Berikut ini adalah bagian lengkap dari sistem pencernaan manusia. 

  • Mulut: Proses Pengunyahan 
  • Tenggorokan (Faring)  dan Kerongkongan (esofagus): Gerakan Peristaltik
  • Lambung: Otot atas lambung relaksasi agar makanan bisa masuk, otot bawah lambung mencampur makanan dengan zat pencernaan
  • Usus Halus: Gerakan Peristaltik
  • Usus Besar: Gerakan Peristaltik

Sekarang, mari kita baca uraian selanjutnya di bawah ini.

Baca Juga: Kata-Kata Motivasi Untuk Mengembalikan Semangat Belajar Setelah Liburan

Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia

1. Mulut

gambar sistem pencernaan manusia

Sumber gambar: siteman

Bagian mulut merupakan langkah pertama dalam sistem pencernaan manusia. Proses pencernaan dimulai saat kamu mengambil gigitan pertama pada makanan, disebut juga pencernaan mekanik.

Bagian mulut seperti lidah, gigi, dan kelenjar air liur membantu proses pengunyahan agar makanan lebih mudah dicerna.

Air liur mengandung enzim dengan fungsi memecah molekul makanan agar mudah diserap oleh tubuh. 

2. Tenggorokan (Faring) dan Kerongkongan (Esofagus)

gambar sistem pencernaan manusia

Sumber gambar: healthjade

Tenggorokan (Faring) merupakan saluran alat pencernaan yang menghubungkan rongga mulut ke kerongkongan (esofagus). Faring juga berhubungan dengan rongga hidung yang berfungsi untuk memproduksi suara. 

Makanan yang ditelan dari mulut masuk melalui tenggorokan dan diteruskan ke tabung berotot esofagus.

Tabung ini memiliki panjang sekitar 25cm.  Di bagian esofagus terdapat katup epiglotis yang mencegah makanan dan minuman masuk ke dalam trakea agar kamu tidak tersedak.

Pada dinding kerongkongan terjadi gerakan peristaltik, yaitu gerakan meremas-remas yang mendorong makanan menuju lambung.

3. Lambung 

gambar sistem pencernaan manusia

Sumber gambar: anatomy-medicine

Lambung merupakan organ berbentuk seperti kantong yang terdiri dari dinding berotot. Di lambung, terjadi sistem pencernaan mekanik dimana makanan dan minuman diremas dan diaduk menjadi bubur makanan (kim) oleh otot polos.

Ada tiga bagian lambung yang penting: bagian atas (kardia), bagian tengah (fundus), dan bagian bawah (pilorus).

Di bagian lambung juga terjadi pencernaan kimiawi, dimana makanan dicerna oleh enzim dalam getah lambung yang dihasilkan oleh sel kelenjar dinding lambung. Getah lambung terdiri dari:

Pepsin: enzim yang fungsinya memecah protein menjadi pepton dan proteosa.
Renin: enzim untuk menggumpalkan protein susu (kasein), lalu dicerna oleh pepsin
Asam Klorida (HCl): asam yang berfungsi untuk membunuh kuman dan bakteri pada makananan dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
Lipase Gastrik: enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak

Setelah melalui proses sistem pencernaan tersebut, lambung perlahan-lahan meneruskan kim ke usus halus dengan gerakan peristaltik.

4. Usus Halus

Sumber gambar: medicalxpress

Usus halus merupakan sistem pencernaan manusia terpanjang dengan panjang sekitar 670 cm sampai 760 cm.

Penyerapan nutrisi paling banyak terjadi pada saluran pencernaan ini. Usus halus terdiri dari tiga bagian penting yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda dalam pencernaan makanan: 

Duodenum/Usus 12 jari: Usus dua belas jari adalah bagian usus setelah lambung. Fungsinya untuk menyalurkan makanan ke usus halus dan mencerna makanan secara kimiawi.

Terdapat dua muara saluran yaitu getah pankreas dan kantung empedu. Enzim yang disekresikan oleh getah usus halus merupakan enzim Enterokinase, Tripsin, Erepsin, Disakarase, dan Lipase.

Jejunum (Usus kosong): Permukaan usus kosong terdapat jonjot-jonjot usus yang disebut vili.

Fungsi utama vili adalah memperluas permukaan usus untuk penyerapan makanan. Hampir 90% penyerapan nutrisi terjadi di bagian usus halus ini dan selanjutnya diedarkan ke dalam aliran darah dan limpa.

Ileum (Usus penyerapan): Bagian akhir pada saluran pencernaan usus halus. Nutrisi, seperti vitamin B12, garam empedu, air, dan elektrolit, yang belum diserap oleh jejunum akan diserap oleh bagian usus halus ileum. Seperti jejunum, usus ileum juga memiliki vili. 

Gerakan kontraksi peristaltik pada usus halus mendorong makanan dari satu bagian ke bagian lain. Sisa kim yang berupa limbah diteruskan ke sistem pencernaan manusia berikutnya yaitu usus besar.

5. Pankreas

Pankreas

Sumber Gambar: Suara Jogja

Selanjutnya ada Pankreas. Pankreas dapat mengehasilkan enzim pencernaan ke dalam usus dua belas jari yang memecah protein, lemak, dan karbohidrat.

Pankreas juga memproduksi insulin dan meneruskannya langsung ke aliran darah. Insulin adalah hormon utama dalam tubuh untuk metabolisme gula.

6. Hati

Hati

Sumber Gambar: Detik Health

Hati memiliki banyak fungsi, tetapi tugas utamanya dalam sistem pencernaan adalah memproses nutrisi yang diserap dari usus kecil. Empedu dari hati yang dikeluarkan ke usus halus juga memainkan peran penting dalam mencerna lemak dan beberapa vitamin. 

Hati juga berfungsi mendetoksifikasi bahan kimia berbahaya atau beracun.

7. Kantong empedu

Kantong empedu

Sumber Gambar: Halodoc

Kantung empedu berfungsi menyimpan dan memekatkan empedu dari hati, dan kemudian melepaskannya ke dalam usus dua belas jari di usus kecil untuk membantu menyerap dan mencerna lemak.

8. Usus Besar

gambar sistem pencernaan manusia

Sumber gambar: nursingtimes

Sebagian besar dari sisa-sisa pencernaan makanan dan air diserap di usus besar, lalu disimpan sebagai feses sebelum dieliminasi. Usus besar terdapat bagian sekum, kolon, rektum, dan kanalis anal.

Fungsi utama usus besar adalah membusukkan sisa makanan atau limbah oleh bakteri Escherichia coli agar lebih mudah untuk dikeluarkan.

Di bagian kolon ini juga terjadi penyerapan air dan vitamin K. Setelah itu, zat makanan yang sudah dicerna akan disimpan di rektum dan dieliminasikan melalui kanalis anal ke anus dengan gerakan peristaltik.

9. Rektum dan Anus

Rektum dan anus

Sumber Gambar: Sridanti

Terakhir yaitu rektum dan anus. Sisa isi usus besar yang telah menjadi feses kemudian disalurkan ke arah rektum. Rektum adalah bagian akhir dari usus besar yang berfungsi sebagai tempat penampungan feses sementara sebelum dikeluarkan dari tubuh.

Saat rektum sudah mulai penuh, otot-otot di sekelilingnya akan terangsang untuk mengeluarkan feses. Inilah yang membuat Toppers merasa mulas dan ingin buang air besar. Feses nantinya akan dikeluarkan melalui anus.

Anus merupakan bagian paling akhir dari saluran pencernaan yang berbatasan langsung dengan lingkungan luar. Fungsi anus tak lain adalah sebagai tempat keluarnya feses.

Baca Juga: Pengertian Tokoh Protagonis dan Contohnya di Cerita Rakyat

Gangguan Sistem Pencernaan

Gangguan sistem pencernaan merupakan penyakit yang sering dihadapi oleh banyak orang.

Gangguan ini bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti bakteri pada makanan, stress, atau infeksi.

Beberapa ragam gejala yang sering dirasakan mulai dari perut kembung, mual, sensasi terbakar di bagian dada (heartburn), sembelit, diare sampai muntah.

Umumnya penyakit seperti maag, diare, dan konstipasi dapat dihindari dengan mengonsumsi makanan yang tepat. Banyak juga obat-obatan yang bisa membantu meredakan gejala gangguan tersebut.

Ada juga penyakit lainnya seperti refluks asam lambung (GERD), esofagitis, dan penyakit Crohn yang bisa menimbulkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani. 

SISTEM PENCERNAAN

 

Pengertian Hukum Ohm

Menurut Wikipedia, Hukum Ohm adalah arus listrik yang sebanding dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan resistensi. Sedangkan menurut Kamus Collins, Hukum Ohm adalah prinsip arus listrik yang mengalir melalui suatu konduktor yang sebanding dengan beda potensial. Namun suhu tetap bernilai konstan. Konstanta proporsional merupakan resistansi dari konduktor.

Persamaan Hukum Ohm dan rumus Hukum Ohm menggambarkan mengenai bagaimana arus mengalir melalui material apa saja saat tegangan diberikan. Satu hal yang perlu kamu ingat yaitu perbedaan antara resistensi rendah dan resistensi yang tinggi. Sebuah kabel listrik ataupun konduktor lain mempunyai resistensi rendah, hal tersebut berarti bahwa arus akan mengalir dengan mudah. Sebaliknya, apabila resistensi tinggi, maka arus akan sulit untuk mengalir.

Pengertian Hukum Ohm di atas tidak akan membantu banyak jika kita tidak mengetahui variabel apa yang kita gunakan, apa persamaannya, dan bagaimana cara menggunakannya. Jika berdasar pada Kamus Inggris Amerika, Hukum Ohm mempunyai rasio yang sebanding dengan arus yang ada di dalam rangkaian dc yang diberikan tegangan dan berbanding terbalik dengan resistensi. Tak hanya dc saja, Hukum Ohm juga berlaku untuk rangkaian ac.

Hukum Ohm biasanya digambarkan dengan grafik hubungan linear antara tegangan (V) dan arus (I) di dalam rangkaian listrik. Kita bisa membayangkan bagaimana bentuk Hukum Ohm dengan ilustrasi pipa.

a. Pipa air merupakan resistensi (R) dalam rangkaian, dihitung di di dalam Ohm (Ω).
b. Air merupakan arus listrik (I) yang mengalir di dalam rangkaian, dihitung di dalam ampere (A).
c. Perbedaan tinggi antara air yaitu tegangan (V) dalam rangkaian, dihitung dengan volt (V).

Dari penjelasan diatas, ilustrasinya menjadi seperti ini:

a. Apabila pipa air sempit atau resistensinya tinggi, hal ini akan membatasi air atau arus listrik yang mengalir di dalam rangkaian.
b. Apabila pipa air lebar atau memiliki resistansi yang rendah, maka hal ini akan meningkatkan air atau arus listrik yang mengalir di dalam rangkaian.

Beli Buku di Gramedia

Bunyi Hukum Ohm

Pada awalnya, Hukum Ohm terdiri dari dua bagian. Bagian yang pertama yaitu definisi dari hambatan yaitu V = IR. Hubungan tersebut seringkali dinamai dengan Hukum Ohm. Namun, Ohm juga mengatakan bahwa R merupakan suatu konstanta yang tidak bergantung pada V ataupun I. Hubungan V =IR bisa diterapkan di dalam resistor apapun, yang mana V adalah beda potensial antara kedua ujung hambatan dan I adalah arus yang mengalir di dalamnya. Sementara R adalah hambatan ataupun resistansi resistor itu.

Hukum Ohm sendiri berbunyi, “Kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar atau hambatan besarnya sebanding dengan beda potensial atau tegangan antara ujung-ujung penghantar tersebut. Pernyataan itu bisa dituliskan sebagai berikut yaitu I ∞ V.”

Di dalam kehidupan sehari-hari, kuat arus dibutuhkan seperti kuat arus listrik. Misalnya saja, apabila menghubungkan kawat dengan baterai 6 V, maka aliran arus akan dua kali lipat dibandingkan bila dihubungkan ke baterai 3 V.

Dari disini, misalkan saja kita ambil contoh arus listrik dengan aliran air di pipa atau sungai yang dipengaruhi oleh gravitasi. Apabila pipa dan sungai hampir rata, maka kecepatan air akan tergolong kecil. Namun jika satu ujung lebih tinggi dari lainnya, maka kecepatan aliran atau arus akan semakin besar. Semakin besar perbedaan ketinggian, maka akan semakin besar arusnya. Bisa dikatakan, besaran aliran arus yang ada di dalam kawat tidak hanya bergantung pada tegangan. Namun juga bergantung pada hambatan yang diberikan oleh kawat terhadap aliran elektron. Dinding pipa ataupun tepian sungai dan juga batu-batu yang ada di tengahnya, dapat memberikan hambatan terhadap aliran arus. Dengan cara yang sama, elektron akan diperlambat karena adanya interaksi dengan atom-atom kawat. Semakin tinggi hambatan, maka semakin kecil arus di dalam suatu tegangan V. Sehingga arus akan berbanding terbalik dengan hambatan.

Hambatan Listrik

Menurut persamaan Hukum Ohm, hambatan listrik bisa diartikan sebagai hasil bagi beda potensial antara ujung-ujung penghantar dengan kuat arus yang mengalir pada penghantar itu sendiri. Untuk mengenang jasa Georg Simon Ohm, namanya digunakan sebagai satuan hambatan listrik yang kita kenal dengan Ohm atau (Ω) atau penghantar tersebut dikatakan memiliki hambatan satu ohm jika di dalam penghantar mengalir sebuah arus listrik sebesar satu ampere. Dimana hal itu disebabkan adanya beda potensial antara ujung-ujung penghantar sebesar satu volt.

Jenis-jenis Hambatan

Di dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa jenis hambatan atau resistor yang kerap digunakan sesuai dengan kebutuhannya. Jenis-jenis hambatan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Resistor Tetap

Di dalam resistor tetap yang umumnya dibuat dari karbon ataupun kawat nikrom tipis, nilai hambatannya disimbolkan dengan berbagai warna-warni yang melingkar di kulit luarnya. Simbol warna tersebut memiliki arti sesuai dengan letaknya.

b. Resistor Variabel

Di pasaran, resistor variabel yang kita kenal ada dua macam, yaitu resistor variabel tipe berputar dan bergeser. Pada dasarnya, cara kerja dari kedua resistor tersebut adalah sama, yaitu dengan menggeser atau memutar kontak luncur guna menambah ataupun mengurangi nilai hambatan sesuai dengan kebutuhan. Resistor variabel tersebut bisa kita temukan di dalam sistem volume yang ada di radio, tape recorder, dan peralatan elektronik lain.

Powered By
Loaded0.99%

Beli Buku di Gramedia

Mengukur Hambatan

Dari penjelasan diatas, kita sudah mengetahui bagaimana cara mengukur besaran kuat arus ataupun beda potensial di sebuah penghantar. Nah, sekarang, kita akan membahas mengenai cara untuk mengukur besar hambatan listrik. Dimana untuk mengukur hambatan listrik ada dua cara yang bisa kita gunakan, yaitu secara langsung dan tidak langsung.

a. Mengukur Hambatan Secara Langsung

Kebanyakan orang pasti sudah mengetahui multimeter yaitu sebuah alat yang bisa digunakan untuk mengukur kuat arus, beda potensial, dan hambatan. Untuk mengukur hambatan menggunakan multimeter, maka kita harus lebih dulu memutar saklar yang ada di dalam multimeter ke arah yang bertanda R. Dengan begitu, multimeter sudah berfungsi sebagai ohm meter atau pengukur hambatan. Hubungkan ujung-ujung terminal multimeter dengan ujung benda yang akan diukur hambatannya, Lalu perhatikan skala yang ditampilkan pada multimeter.

b. Mengukur Hambatan Secara Tidak Langsung

Selain menggunakan multimeter, kita juga bisa menggabungkan voltmeter dan amperemeter secara bersamaan pada rangkaian listrik yang akan diukur hambatannya. Voltmeter dipasang secara paralel, sementara amperemeter dipasang secara seri dengan benda yang akan diukur hambatannya.

c. Hambatan pada Kawat Penghantar

Kawat penghantar yang digunakan pada kawat listrik tentu akan memiliki hambatan, walaupun nilainya kecil. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya hambatan suatu penghantar.

Rumus Hukum Ohm

Secara matematis, Rumus Hukum Ohm adalah V = I x R. Dimana I adalah arus listrik yang mengalir di dalam sebuah penghantar dalam satuan ampere. Sementara V adalah tegangan listrik yang ada di kedua ujung penghantar dalam satuan volt. Kemudian R adalah nilai hambatan listrik atau resistensi yang ada di suatu penghantar dalam satuan Ohm. Hubungan antara arus listrik, hambatan, dan tegangan listrik dalam suatu rangkaian ada di dalam Hukum Ohm.

Pada saat membuat percobaan tentang listrik, Ohm menemukan beberapa hal sebagai berikut:

a. Jika hambatan tetap, arus yang ada di dalam tiap rangkaian berbanding langsung dengan tegangan. Namun bila tegangan bertambah, maka arus juga akan bertambah dan bila tegangan berkurang maka arus juga akan berkurang.
b. Jika tegangan tetap, maka arus yang ada di dalam rangkaian menjadi berbanding terbalik dengan rangkaian tersebut. Namun jika hambatan bertambah, maka arus akan berkurang dan jika hambatan berkurang maka arus akan bertambah.

Dalam hambatan tetap, arus dan juga tegangan akan berbeda-beda.

Hukum Ohm sendiri bisa dinyatakan dalam bentuk rumus. Dimana dasar rumusnya dinyatakan sebagai berikut.

R = banyaknya hambatan listrik
I = banyaknya aliran arus listrik
E = banyaknya tegangan listrik yang ada di dalam rangkaian tertutup

Rangkaian Hukum Ohm

Di bawah ini adalah beberapa rangkaian dalam menghitung Hukum Ohm, antara lain:

a. Cara Menghitung Resistor Seri

Di dalam rangkaian beberapa resistor yang disusun secara seri, maka bisa didapatkan nilai resistor yang totalnya didapatkan dengan cara menjumlah semua resistor yang disusun secara seri. Hal tersebut mengacu pada pengertian bahwa nilai kuat arus yang ada di semua titik di dalam rangkaian seri akan selalu sama.

b. Cara Menghitung Resistor Paralel

Di dalam rangkaian beberapa resistor yang disusun secara paralel, maka perhitungan nilai resistor totalnya mengacu pada pengertian bahwa besar kuat arus yang masuk ke dalam percabangan sama dengan besar kuat arus yang keluar dari percaangan.

c. Cara Menghitung Kapasitor Seri

Di dalam rangkaian kapasitor yang disusun secara seri, nilai kapasitor totalnya didapatkan dengan cara perhitungan di atas.

d. Cara Menghitung Kapasitor Paralel

Di dalam rangkaian beberapa kapasitor yang disusun secara paralel, maka nilai kapasitor totalnya adalah penjumlahan dari keseluruhan nilai kapasitor yang disusun secara paralel.

materi ipa hukum ohm

- Copyright © MATERI IPS BENUA ASIA - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -