Tampilkan postingan dengan label ALQURAN HADIS. Tampilkan semua postingan

 Shalat berjamaah merupakan shalat yang dikerjakan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama dan salah seorang dari mereka menjadi imam, sedangkan yang lainnya menjadi makmum.


Shalat lima waktu yang kita sangat diutamakan untuk dikerjakan secara berjamaah, bukan sendiri-sendiri (munfarid).


Hukum Shalat wajib berjamaah adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan orang muslim.


Sebagian ulama mengungkapkan, hukum Shalat berjamaah adalah fardu Khifayah Keutamaan Shalat berjamaah bila dibandingkan shalat munfarid adalah dilipatkan 27 derajat.



Anjuran Shalat berjamaah tertuang dalam terjemahan Hadis Rasulullah saw.


“Dari Ibnu Umar r.a., Rasulullah saw. bersabda, “shalat berjamaah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”(H.R. Bukhari dan Muslim)"



tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yakni:



1. Syarat Sah Salat Berjamaah


Salat berjamaah sah apabila memenuhi syarat sebagai berikut, yakni:


a. Ada imam


b. Makmum berniat untuk mengikuti imam


c. Shalat dikerjakan dalam satu majelis


d. Shalat makmum sesuai dengan Shalat-nya imam

pengertian shalat berjamaah

 

PARENTING ISLAMI

06 April 2022

Ilmu Tasawuf: Pengertian, Dasar Ilmu, Aliran, dan Bentuk Ajarannya

Tidak semua aliran ilmu tasawuf sejalan dengan ajaran agama Islam, lho!

0

0

Simpan

Ilmu Tasawuf: Pengertian, Dasar Ilmu, Aliran, dan Bentuk Ajarannya

Ilmu tasawuf termasuk dalam ajaran agama Islam yang dikembangkan oleh para sufi.


Istilah tasawuf berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata ”tashowwafa – yatashowwafu - tashowwuf” yang mengandung makna (menjadi) berbulu banyak, yakni menjadi ciri seorang sufi atau menyerupainya dengan ciri khas pakaian yang terbuat dari bulu domba atau wol.


Diketahui bahwa ilmu tasawuf ini berasal dari berbagai pengaruh ajaran agama atau filsafat lain hingga pada akhirnya disesuaikan dengan konsep agama Islam.


Baca Juga: 9 Macam Puasa yang Diharamkan dalam Ajaran Islam, Catat!


Pengertian Ilmu Tasawuf Menurut para Ahli

pengertian tasawuf

Foto: pengertian tasawuf


Foto: Orami Photo Stock


Sebenarnya, ilmu tasawuf memiliki banyak arti yang dikemukakan dari beberapa ahli. Pengertian ilmu tasawuf menurut berbagai sudut pandang, yakni:


1. Syekh Abdul Qadir al-Jailani

Tasawuf adalah mensucikan hati dan melepaskan nafsu dari pangkalnya dengan khalwat, riya-dloh, taubah, dan ikhlas.


2. Al-Junaid

Tasawuf artinya kegiatan membersihkan hati dari yang mengganggu perasaan manusia, memadamkan kelemahan, menjauhi keinginan hawa nafsu, mendekati hal-hal yang di ridai Allah, dan bergantung pada ilmu-ilmu hakikat.


Selain itu juga memberikan nasihat kepada semua orang, memegang dengan erat janji dengan Allah dalam hal hakikat serta mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam hal syariat.


3. Syaikh Ibnu Ajibah

Ilmu tasawuf adalah ilmu yang membawa seseorang agar bisa dekat bersama dengan Tuhan Yang Maha Esa melalui penyucian rohani dan mempermanisnya dengan amal-amal saleh.


Jalan tasawuf yang pertama dengan ilmu, yang kedua amal dan yang terakhirnya adalah karunia Illahi.


4. H. M. Amin Syukur

Tasawuf adalah latihan dengan kesungguhan (riya-dloh, mujahadah) untuk membersihkan hati, mempertinggi iman dan memperdalam aspek kerohanian.


Ini semua dilakukan dalam rangka mendekatkan diri manusia kepada Allah sehingga segala perhatiannya hanya tertuju kepada Allah.


Terlepas dari banyaknya pengertian tasawuf yang telah dinyatakan oleh para ahli, beberapa pandangan umum tasawuf dapat diartikan sebagai salah satu upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk menyucikan diri.


Hal ini dilakukan dengan cara menjauhi pengaruh kehidupan yang bersifat kesenangan duniawi dan akan memusatkan seluruh perhatiannya kepada Allah SWT.


Jadi, lebih menekankan pada aspek kerohanian daripada aspek jasmani.


Ini karena para tokoh tasawuf lebih mempercayai keutamaan rohani dibandingkan dengan keutamaan jasad dan lebih percaya dunia spiritual dibandingkan dunia material.


Para tokoh mempercayai bahwa dunia spiritual lebih lebih nyata dibandingkan dengan dunia jasmani, hingga segala yang menjadi tujuan akhir atau yang disebut Allah juga dianggap bersifat spiritual.


Baca Juga: Makna Tasamuh dalam Agama Islam


Dasar Ilmu Tasawuf

dasar ilmu tasawuf

Foto: dasar ilmu tasawuf (Orami Photo Stocks)


Foto: Orami Photo Stock


Sama seperti ajaran dalam agama Islam lainnya, ilmu tasawuf juga dilarang menyimpang dari Alquran. Berikut dasar-dasar ilmu tasawuf, yakni:


1. Surat Al-Baqarah Ayat 115

“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.”


2. Surat Al-Baqarah Ayat 186

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.


Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”


Baca Juga: 10 Adab Membaca Alquran yang Baik Menurut Islam


3. Surat Qof Ayat 16

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”


4. Surat Al-Kahfi Ayat 65

“Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.”


Baca Juga: 11+ Keutamaan Membaca Alquran, Salah Satunya Mendapat Kedudukan Tinggi di Surga!


Aliran Ilmu Tasawuf dan Bentuk Ajarannya

macam-macam ilmu tasawuf

Foto: macam-macam ilmu tasawuf (Foto: Shutterstock)


Foto: Orami Photo Stock


Adapun macam-macam ilmu tasawuf, di antaranya:


1. Tasawuf Akhlaki (Sunni)

Tasawuf akhlaki adalah tasawuf yang berkonsentrasi pada teori-teori perilaku akhlak atau budi pekerti.


Dengan metode tertentu yang telah dirumuskan, tasawuf seperti ini berupaya untuk menghindari akhlak mazmumah (perilaku buruk) dan mewujudkan akhlak mahmudah (perilaku baik).


Dalam pandangan para sufi berpendapat bahwa untuk merehabilitasi sikap mental yang tidak baik diperlukan terapi yang tidak hanya dari aspek lahiriyah.


Oleh karena itu, dalam tasawuf akhlaki mempunyai sistem pembinaan akhlak yang disusun sebagai berikut:


Takhalli

Merupakan langkah pertama yang yang harus dilakukan oleh seorang sufi. Takhalli adalah usaha mengosongkan diri dari perilaku tercela.


Tahalli

Upaya mengisi dan menghiasi diri dengan jalan membiasakan diri dengan sikap, perilaku, dan akhlak terpuji.


Tahapan tahalli dilakukan kaum sufi setelah mengosongkan jiwa dari akhlak-akhlak tercela.


Tajalli

Untuk pemantapan dan pendalaman materi yang telah dilalui fase tahalli, maka rangkaian pendidikan akhlak selanjutnya adalah fase tajalli.


Kata tajalli bermakna terbukanya hijab sehingga tampak jelas nur ilahi.


Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT yang artinya, “Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan,” (QS. Al-A'raf: 143).


2. Tasawuf Falsafi

Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang didasarkan pada gabungan teori-teori tasawuf dan filsafat atau yang bermakna mistik dan metafisis. Tasawuf ini dikembangkan oleh ahli-ahli sufi sekaligus filsuf.


Baca Juga: 5+ Adab Menasehati Dalam Islam, Perlu Disimak!


3. Tasawuf Syi'i

Tasawuf syi'i beranggapan bahwa manusia dapat meninggal dengan Tuhannya karena memiliki kesamaan esensi dengan Tuhannya.


Menurut Ibnu Khaldun yang dikutip oleh Taftazani melihat kedekatan atau kesamaan antara tasawuf falsafi dan tasawuf syi'i terkait pandangan hulul atau ketuhanan iman-iman mereka.


Tasawuf yang Tidak Sejalan dengan Ajaran Islam

Dari ketiga pembagian ilmu tasawuf itu, 2 di antara tasawuf (falsafi dan syi'i) tidak dibenarkan dalam Islam karena tidak sejalan dengan fitrah Islam.


Akan tetapi di luar tasawuf falsafi dan syi'i, ada salah satunya yang tumbuh dari asuhan iman, Islam, dan ihsan, yakni tasawuf akhlaki.


Tasawuf ini cenderung berjalan berdasarkan ilmu dan amal yang benar sehingga dapat memperkaya perasaan manusia dengan pengabdian seikhlas-ikhlasnya kepada Allah SWT.


Ilmu tasawuf ini juga mendorong manusia untuk rela mengorbankan hidup dan matinya demi mendapatkan keridaan Allah SWT.


Itulah penjelasan mengenai ilmu tasawuf, mulai dari pengertiannya, d Semoga bermanfaat

tasawuf

 A. Pengertian jujur dalam Islam

Jujur adalah perilaku positif dengan berkata sebenarnya, tidak curang, serta perbuatan dan perkataan yang tidak berlawanan. Perilaku jujur menyebabkan muslim memperoleh kepercayaan lingkungan sekitar.

Perintah jujur telah tercantum alam Al Quran dan hadits. Salah satunya dalam Al Ahzab ayat 70,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wa qụlụ qaulan sadīdā

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar."

Hadits pentingnya jujur dinarasikan Abdullah, berikut haditsnya,

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا، وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ، حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

Artinya: "Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur." (HR Bukhari).

Baca juga:
Mempelajari Arti Ulil Albab untuk Meningkatkan Keimanan
B. Manfaat jujur
Setelah pengertian jujur dalam Islam, berikutnya adalah manfaat sikap yang selalu mengutamakan kebenaran ini. Muslim yang jujur akan memperoleh manfaat berikut:

1. Pergaulan yang makin luas

Bersaudara dengan orang jujur cenderung menyenangkan dan tidak menimbulkan rasa khawatir. Tidak heran jika persaudaraan muslim yang jujur sangat luas.

2. Hidup damai dan tentram

Terbiasa jujur akan menumbuhkan sikap saling percaya, peduli, dan menghargai. Hasilnya hidup selalu terasa damai dan tentram.

3. Memperoleh ridho Allah SWT

Perilaku jujur sesuai dengan perintah Allah SWT dalam Al Quran. Tak heran jika muslim jujur tidak jauh dari ridho Allah SWT.

C. Ciri-ciri jujur
Merangkum tulisan ini, ciri-ciri jujur adalah:

Berkata benar
Bertindak sesuai dengan yang dipikirkan
Berkata benar
Kesesuaian perkataan dan perbuatan
Memberikan kesaksian dengan adil
Mempercayai dan membenarkan ajaran Allah SWT dan rasulNya
Taat perintah dan larangan Allah
Tidak ingkar janji

Baca artikel detikedu, "Pengertian Jujur dalam Islam, Manfaat, dan Ciri-cirinya" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5697166/pengertian-jujur-dalam-islam-manfaat-dan-ciri-cirinya.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

jujur dalam alquran

 

Pengertian Hukum Tajwid Menurut Bahasa dan Istilah

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
21 Mei 2022 9:19
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengertian hukum tajwid secara sederhana adalah hukum yang mengatur tata cara membaca Alquran dengan benar. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian hukum tajwid secara sederhana adalah hukum yang mengatur tata cara membaca Alquran dengan benar. Foto: Unsplash.com
ADVERTISEMENT
Istilah hukum tajwid sudah tidak asing lagi, khususnya bagi kaum muslim. Pengertian hukum tajwid secara sederhana adalah hukum yang mengatur tata cara membaca Alquran dengan benar.
ADVERTISEMENT
Dalam hukum tajwid, ada banyak aturan dan kaidah yang menuntun umat Islam agar dapat membaca Alquran. Alquran tidak dapat dibaca secara sembarangan karena akan mengurangi atau bahkan mengganti makna dari setiap ayat dalam Alquran.
Agar dapat memahami dasar dari hukum tajwid, pengertian hukum tajwid perlu dipahami lebih dalam. Berikut ini beberapa pengertian hukum tajwid dan pentingnya mempelajari hukum tajwid.

Pengertian Hukum Tajwid Menurut Bahasa dan Istilah

Hukum tajwid memiliki banyak definisi yang dikemukakan oleh ahli, ulama, dan pemuka agama. Dikutip dari Ilmu Tajwid Lengkap (Revisi) karya Samsul Amin, berikut pengertian hukum tajwid menurut bahasa dan istilah.

1. Secara Etimologi

Pengertian hukum tajwid jika dikaji dari asal-usul katanya berasal dari bahasa Arab, yakni dari kata dan bentuk masdar جوّد – يجوّد – تجويدا (jawwada- yujawwidu-tajwid). Adapun makna dari kata tersebut adalah memperbaiki, memperindah, dan memperbagus.
ADVERTISEMENT

2. Secara Terminologi

Dalam ilmu terminologi, kata tajwid memiliki pengertian sebagai berikut:
هءاطعإَ وَهجر مََنمَفرحَ كَ جارخإ َتافصلاَ نمَ هقحتسم َ
Artinya:

“Mengeluarkan setiap huruf dari makhrajnya (tempat keluarnya) dengan memberikan hak-hak dan mustahaq dari sifat yang dimilikinya"

Berdasarkan penjelasan tersebut, tajwid mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan suatu huruf, baik dari hak-haknya maupun hukum yang ada karena hak-hak tersebut terpenuhi. Tak hanya itu, tajwid juga mengatur mengenai sifat-sifat yang dimiliki oleh suatu huruf, huruf mad, dan lain sebagainya.
Dalam ajaran Islam, tajwid dapat diartikan sebagai suatu ilmu maupun hukum atau kaidah. Tajwid sebagai suatu ilmu adalah ilmu yang membahas ilmu yang mempelajari tentang tata cara kaidah dalam membaca Alquran.
Menurut Imam Ibnul Jazari dalam kitab An Nasyr fil Qira’at Al ‘Asyr menjelaskan:
الإتيان بالقراءة مجودة بالألفاظ بريئة من الرداءة في النطق ومعناه انتهاء الغاية في التصحيح وبلوغ النهاية في التحسين
Artinya:

“Tajwid adalah membaca dengan membaguskan pelafalannya, yang terhindar dari keburukan pelafalan dan keburukan maknanya, serta membaca dengan maksimal tingkat kebenarannya dan kebagusannya”

Pentingnya Mempelajari Hukum Tajwid

Mempelajari hukum tajwid merupakan cara untuk menjaga keaslian dan kemurnian isi Al-Qur'an. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Mempelajari hukum tajwid merupakan cara untuk menjaga keaslian dan kemurnian isi Al-Qur'an. Foto: Unsplash.com
Mempelajari hukum tajwid merupakan suatu keutamaan tersendiri bagi seorang muslim. Salah satu keutamaannya adalah akan memperoleh derajat yang tinggi dari Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain itu, mempelajari hukum tajwid merupakan cara untuk menjaga keaslian dan kemurnian isi Alquran. Hal tersebut telah diterangkan dalam ayat berikut:

"Sesungguhnya mengumpulkan Alquran dan membacanya adalah tanggung jawab kami, jika kami telah membacakan, maka kamu ikuti bacaan itu.” ( Q.S. 75, Al-qiyamah: 17-18 )

ADVERTISEMENT
Hukum mempelajari tajwid sendiri adalah fardu kifayah. Artinya, kewajiban yang boleh diwakilkan oleh sebagian orang muslim saja.
Namun, pada praktiknya, mempelajari hukum tajwid bisa menjadi fardu ain (wajib secara personal), yaitu kewajiban yang harus dilakukan oleh seluruh pembaca Alquran.
Adapun keutamaan mempelajari hukum tajwid ialah tajwid merupakan ilmu yang utama dan paling mulia sebab tajwid berkaitan erat dengan kitab yang paling mulia dan paling agung, yakni Alquran
Dengan demikian, mempelajari hukum tajwid adalah hal yang penting agar umat Islam dapat membaca Alquran dengan baik dan benar, tanpa harus mengubah arti dan makna dari isi Alquran.

hukum tajwid

 

Pengertian Mad dan Macam-macamnya Dalam Ilmu Tajwid yang Patut Diketahui Umat Muslim

Otosia.com, Jakarta Dalam membawa Alquran ada ilmu tajwid yang patut diketahui. Salah satunya adalah hukum bacaan mad dan ini harus benar-benar dipahami oleh qori' agar tak jauh pada kesalahan saat membawa Alquran.

Di dalam hal ini, pengertian mad menurut bahasa artinya adalah memanjangkan serta menambah, sedangkan menurut istilah mad artinya memanjangkan suara dengan salah satu huruf dari huruf-huruf mad (asli). Huruf mad seperti yang dimaksudkan dalam definisi di atas itu ada tiga yakni alif (أ), wawu (و), ya’ (ي). ketiganya merupakan huruf-huruf dasar mad.

Nah, berikut ini pengertian mad serta macam-macamnya dalam ilmu tajwid yang berhasil dirangkum dari laman Liputan6.com pada Kamis (29/9/2022).

Pengertian Mad

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pengertian mad menurut bahasa artinya adalah memanjangkan serta menambah, sedangkan menurut istilah mad artinya memanjangkan suara dengan salah satu huruf dari huruf-huruf mad (asli).

Secara umumnya, bacaan mad terbagi menjadi 2 saja, yaitu mad thabi’i (mad asli) dan mad far’i (mad cabangnya atau bagiannya). Dari mad far’i ini, nanti dibagi lagi hukum mad menjadi berbagai macam bacaan mad.

Macam-macam Bacaan Mad

Mad Thabi'i

Mad Thabi’i (mas asli) merupakan macam-macam mad yang terjadi apabila ada alif yang terletak sesudah fathah, atau ya’ sukun terletak sedudah kasrah atau juga huruf wau yang terletak sesudah dhammah maka ini dihukumi sebagai bacaan mad thabi’i. Dimana Mad berarti panjang dan Thabi’i yang artinya biasa.

Cara membacanya harus sepanjang dua harakat atau disebut satu alif, contohnya:كتَا بٌ - يَقُوْلُ - سمِيْعٌ

Mad Far’i

Pengertian Mad Far’i secara bahasa bahasa artinya adalah cabang. Sedangkan menurut istilah Mad Far'i adalah mad yang merupakan hukum tambahan dari mad asli (sebagai hukum asalnya), yang disebabkan oleh hamzah atau sukun. Mad Far'i ini terbagi menjadi beberapa macam, diantaranya sebagai berikut:

Macam-macam Bacaan Mad Fari

1. Mad Wajib Muttasil

Pengertian mad dan macamnya selajutnya merupakan bagian dari Mad Far’i yaitu Mad Wajib Muttasil. Terjadinya mad ini apabila mad thabi’I bertemu dengan hamzah pada satu kalimat atau ayat. Untuk cara membacanya, wajib dipanjangkan sepanjang lima harakat atau setara dengan dua setengah kali dari mad thabi’i (dua setengah alif).

Contohnya:

سَوَآءٌ - جَآءَ - جِيْءَ‎

2. Mad Jaiz Munfasil

Mad Jaiz Munfasil terjadi apabila ada mad thabi’i yang bertemu dengan hamzah, namun hamzah tersebut berada pada lain kalimat. Jaiz sendiri berarti boleh, sedangkan Munfashil memiliki arti terpisah.

Untuk membaca mad ini adalah boleh seperti Mad Wajib Muttasil tadi dan boleh juga seperti Mad Thobi’i.

Begini contohnya:

وَﻻَأنْتُمْ بِمَا أُنْزِلَ

3. Mad Lazim Mustsaqqal Kilmi

Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi ini masih termausk ke dalam macam-macam mad. Mad ini terjadi jika ada Mad Thabi’i bertemu dengan tasydid pada satu kata atau ayat. Cara membaca mad ini adalah harus panjang selama tiga kali Mad Thabi’i atau sekitar enam harakat.

Contohnya:

وَﻻَالضَّآلِّينَ اَلصّاخَةُ‎

4. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi ini adalah mad yang terjadi jika ada Mad Thob’i bertemu dengan huruf mati atau sukun. Cara membacanya adalah sepanjang enam harakat. Contohnya:آﻻَن‎

5. Mad Layyin

Macam-macam mad selanjutnya adalah Mad Layyin. Mad ini terjadi jika setelah huruf yang berharakat fatha wau sukun atau ya’ sukun. Cara membacanya adalah dengan membaca mad dengan sekedar lunak dan lemas saja. Contohnya:رَيْبٌ خَوْفٌ

6. Mad ‘Arid Lissukun

Mad ‘Arid Lissukun dibaca jika terdapat waqaf atau tempat pemberhentian membaca, sedangkan sebelum waqaf tersebut terdapat Mad Thobi’i atau Mad Lein. Cara membacanya adalah terbagi menjadi tiga macam:

Yang paling utama dibaca panjang seperti halnya mad wajib muttashil atau setara 6 harakat.Yang pertengahan bisa dibaca sepanjang empat harakat ya’ni dua kalinya mad thobi’i.Yang pendek ya’ni boleh hanya dibaca seperti mad thobi’i biasa.

Contohnya:بَصِيْرٌ خَالِدُوْنَ والنَّاسِ سَمِيْعٌ‎

7. Mad Shilah Qashirah

Mad Shilah Qashirah terjadi jika ada haa dhamir sedangkan sebelum haa tadi terdapat huruf hidup (berharakat). Maka untuk cara membacanya haruslah panjang seperti halnya mad thobi’i.

Contohnya:اِنَّهُ كَانَ ﻻَشَرِيْك لَهُ‎

8. Mad Shilah Thawilah

Macam-macam mad selanjutnya adalah Mad Shilah Thawilah. Mad ini dihukumi jika ada Mad Qashirah bertemu dengan hamzah ( ء ). Cara untuk membacanya adalah seperti Mad Jaiz Munfashil.

Contohnya adalah:عِنْدَهُ اِﻻَّبِاذْنِه لَهُ اَخْلَدَهُ

9. Mad ‘Iwad

Mad 'Iwadl adalah mad yang dibaca jika terdapat fathatain yang ditemukan pada waqaf. Sementara itu, cara membaca mad ini seperti mad thobi'i.

Contohnya adalah:سَميْعًا بَصيْرًا عَلِِيْمًا حَكِيمًا

pengertian mad

- Copyright © MATERI IPS BENUA ASIA - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -